Learning How to Learn

[Nice Home Work #5]

Setelah empat materi sebelumnya yang membawaku untuk lebih mengenal dan memahami potensi diri dan tujuan hidup, maka kali ini adalah saat untuk menyusun desain pembelajaran agar dapat menjadi mastery in a field. Materi kelima kali ini membahas tentang "Learning How to Learn" dengan judul tugas membuat Desain Pembelajaran. 

Desain Pembelajaran ala Euis
Desain pembelajaran di atas yang ku buat merupakan bagian langkah awal yang akan terus mengalami perbaikan seiring berjalannya waktu dalam proses pembelajaranku di Universitas Kehidupan ini. Dalam desain tersebut memiliki urutan sebagai berikut:

1. Menumbuhkan kesadaran
Tingkat kesadaran seseorang berbeda satu dengan lainnya, hal tersebut dipengaruhi pula oleh rasa keingintahuannya. Lantas kesadaran yang seperti apa yang perlu dipupuk? yaitu kesadaran bahwa seseorang tidak mengetahui banyak hal, sehingga memunculkan rasa penasaran dan keingintahuna terhadap suatu hal. Selanjutnya, bagaimana cara membuka kesadaran dalam diri? Pertama dengan cara evaluasi diri, seperti apakah potensi yang dimiliki saat ini, sudah kah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kedua, kenali talents (potensi) yang dimiliki dan pahamilah bahwa bakat itu perlu dilatih akan menjadi semakin kuat melekat dalam diri. Ketiga temukan passions pada bidang apa yang diminati sehingga mampu melakukan kegiatan/aktivitas yang menimbulkan pengorbanan. Dan terakhir yang keempat adalah dengan cara mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri. Sehingga hasil akhir yang diharapkan adalah mampu menghadirkan minat untuk belajar hal baru, dan memiliki sifat yang skeptis terhadap suatu hal. Ketika seseorang telah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap suatu hal, maka akan beranjak pada tahap minat. Minat terebut lah yang akan membawa pada upaya belajar dan mempelajari.

2. Memantapkan niat
Bukan kah telah diketahui bahwa segala sesuatu berawal dari niat. Karena memang sebuah niat merupakan hal utama yang penting. Dengan niat yang kuat, maka segala tahapan yang akan dilalui akan berjalan menjadi lebih mudah. Sejalan dengan proses pembelajaran itu sendiri, maka ide, keinginan, dan segala rencana pembelajaran yang akan dilakukan menjadi lebih ringan untuk dilakukan. Sebelum mengawali niat tersebut, penting pula untuk melakukan adab menuntut ilmu lainnya, yaitu ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk, selalu bergegas dalam menuntut ilmu, menghindari sikap 'merasa lebih tau' terhadap suatu hal, menuntuntaskan sebuah ilmu yang hendak dipelajari, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dari ilmu yang disampaikan.

3. Belajar hal baru
Esensi belajar sama seperti meminum air garam, bukannya menghilangkan rasa haus melainkan membuat semakin haus. Lakukan lah hal serupa pada saat mempelajari sebuah ilmu. Jangan cepat puas dengan ilmu yang telah dimiliki dan dikuasi saat ini, buka terus wawasan dengan cara mempelajari hal baru. Dalam tahapan ini terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan, yaitu di antaranya fokus untuk mempelajari satu persatu ilmu yang akan dilahap, buat target waktu dalam mempelajarinya, mencatat dan membaca kembali ilmu yang telah dipalajari, dan mempraktikan ilmu baru tersebut agar semakin menguasainya. 

4. Berbagi ilmu
Ilmu yang telah didapat akan melewati fase transfer knowledge pada orang lain, baik dalam lingkup kecil atau pun masyarakat pada umunya. Biasakan untuk melakukan sharing ilmu yang dimiliki karena hal tersebut mampu menjadi amal jariyah bagi kita. Dan dengan berbagi ilmua sekaligus menjadi media upgrading ilmu, mendapatkan ilmu baru, mendapatkan teman baru ketika sharing, dan mampu mengasah potensi diri untuk kemudian semakin mengetahui kemampuan utamanya dalam ilmu yang telah dipelajari.

Tidak ada komentar:

Sila tinggalkan jejak di laman blog ini, ketika sudah membacanya :)

Diberdayakan oleh Blogger.