Belajar Menjadi Manajer Keluarga
[Nice Home Work #6]
Pada tugas kali ini akan membahas bagaiman agar dapat menjalankan peran sebagai perempuan dalam sebuah keluarga, tentunya kembali pada tiga peran utama yang akan dilakoni oleh seorang perempuan dalam hidupnya kelak yakni perempuan sebagai individu, istri, dan ibu. Dalam proses perjalanan hidup tentunya seseorang akan melewati satu-persatu tahap peran tersebut. Namun pernahkah kita mempersiapkan akan seperti apa menjalankan peran tersebut, dan mengevaluasinya telah sesuaikah dengan tujuan peran yang diharapkan?
Untuk menjawabnya, kita perlu belajar bagaimana seorang perempuan mampu menjadi manajer keluarga.
Sebelumnya aku ingin sedikit beropini mengenai tema yang seringkali diperbincangkan, bahkan hingga tak mengenal bosan untuk sekedar memperdebatkannya.
Semua Ibu adalah Ibu Bekerja
Mungkin pernah atau bahkan sering mendengar cerita dan bertukar pendapat dengan teman perempuan lainnya, tentang peran ibu bekerja di rumah atau di kantor? tentang lebih baik mana menjadi ibu di rumah membersamai anak dan keluarga, atau ibu yang sibuk di kantor juga untuk fokus tujuan keluarganya?
Jika hanya berdebat panjang hanya untuk mencari tahu mana yang lebih baik dan benar, kita akan lenyap bersama waktu tanpa belajar untuk menjalani peran tersebut dengan sebaik-baiknya. Justru yang lebih penting dari itu adalah memahami terlebih dahulu bahwa Semua Ibu adalah Ibu Bekerja. Entah ia bekerja di ranah domestik (lingkup keluarga) atau kah di ranah publik (lingkup kantor tempat bekerja), sejatinya ia tetap harus menjalankan perannya dengan profesional dalam segala aktivitas tersebut. Maka ranah mana pun yang kita pilih, ambil peran dengan baik dan "selesaikan".
Makna "selesaikan" tersebut adalah kondisi di mana seseorang telah mampu merasa nyaman dengan peran yang dipilih dan dilakukannya. Nyaman dengan menjadi ibu bekerja di ranah domestik, dan akan lebih mengambil peran dalam pekerjaan di rumah dan keluarganya. Dan nyaman pula bagi mereka yang memilih bekerja di ranah publik, dengan tidak banyak mengeluh karena memiliki sedikit waktu untuk membersamaia anak di rumah namun tetap fokus pada tujuan keluarga yang ingin dicapai.
Untuk mencari tahu apakah saat ini telah selesai atau belum dengan manajemen keluarga yang dijalani, kita perlu jujur pada diri sendiri. Selama ini apa motivasi kita dalam bekerja?
🍃Apakah masih ASAL KERJA, hanya untuk menggugurkan kewajiban?
--> Jika Ya, maka kita akan mudah mengalami kejenuhan dan menganggap pekerjaan tersebut adalah beban sehingga memicu stress.
🍃Apakah ada didasari sebuah KOMPETISI, sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/keluarga lain?
--> Jika Ya, kita akan merasa tidak suka melihat kesuksesan orang lain/keluarga lain.
🍃Apakah karena PANGGILAN HATI, sehingga ingin menjalankan peran sebagai khilafah?
--> Jika Ya, maka akan lebih bersemangat dalam menjalankan peran dan setiap tahapan/proses pekerjaan yang dilakukan, sehingga akan mencari tugas berikutnya ketika selesai mengerjakan suatu tugas, dan tanpa mengeluh.
Nah, jadi sekarang ada di titik mana dalam bekerja di masing-masing ranahnya?
Steps to be a Professional Family Manager
Kembali membahas tentang judul utama pada tugas kali ini, mengapa penting untuk menjadi seorang manajer keluarga yang handal/profesional. Karena hal tersebut akan mempermudah kita untuk menemukan peran dalam hidup dan semoga dapat mempermudah pula dalam mendampingi keluarga dan anak-anak dalam menemukan peran hidupnya.
Terkadang ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita dalam menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, akan membuat kita "merasa sibuk", sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka kita dapat melakukan tahapan-tahapan berikut ini:
1. Tuliskan tiga aktvitas yang paling penting, dan tiga aktivitas yang paling tidak penting
🌸Tiga aktivitas penting:
- belajar/kajian ilmu dari berbagai media (guru, buku, teman, dsb)
- aktif berkegiatan/mengambil peran secara langsung (berorganisasi, menjadi relawan, mengikuti lomba)
- diskusi dan sharing ilmu dan pengalaman (blogging)
🌸Tiga aktivitas tidak penting:
- terlalu lama/sering berinteraksi dengan gadget (terutama media sosial)
- membicarakan hal tidak penting dengan teman
- menonton TV jika kontennya tidak memberikan manfaat ilmu/wawasan
Nah, waktu kita selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Evaluasi pribadi yang dapat ku lakukan yaitu dalam 24 jam kegiatan yang dominan menghabiskan banyak waktu adalah belajar, namun bermain gadget pun masih menjadi pengganggu utama dalam produktivitas keseharian.
2. Jadikan tiga aktivitas penting tersebut menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang dalam peran hidup kita
Setelah membandingkan dan mengevaluasi diri sendiri, maka jujur dalam pemanfaatan waktu dalam sehari aku masih belum optimal melakukan tiga hal penting tersebut. Dan justru masih cukup terganggu oleh satu kegiatan tidak penting yaitu penggunaan gadget yang kurang produktif. Sehingga sesuai panduan ada tugas kali ini, aku akan menjadikan tiga aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari. Tujuannya adalah untuk meningktakan jam terbang agar mencapai mastery a field yang ditargetkan.
3. Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan "kandang waktu" dan patuhi cut off time yang ditentukan
Menjadi seorang manajer tentunya perlu memiliki penguasaan dalam hal manajemen waktu, dengannya kita dapat membuat kadang waktu (time blocking) untuk setiap aktivitas kegiatan kita sehari-hari.
Menjadi seorang manajer tentunya perlu memiliki penguasaan dalam hal manajemen waktu, dengannya kita dapat membuat kadang waktu (time blocking) untuk setiap aktivitas kegiatan kita sehari-hari.
Jangan izinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian kita.
Kandang waktu yang ku buat dibagi mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, dengan pembagian waktu dibuat per-1 jam, atau 2 jam sehingga aku bisa membuat cut off time nya.
4. Buatlah jadwal harian yang paling mudah dikerjakan
Berikut di bawah ini merupakan time schedule yang ku buat untuk membantu kegiatan sehari-hari. Kemudian amati dalam satu pekan pertama, apakah terlaksana dengan baik? Jika ya,maka lanjutkan hingga tiga bulan. Jika tidak, segera revisi.
4. Buatlah jadwal harian yang paling mudah dikerjakan
Berikut di bawah ini merupakan time schedule yang ku buat untuk membantu kegiatan sehari-hari. Kemudian amati dalam satu pekan pertama, apakah terlaksana dengan baik? Jika ya,maka lanjutkan hingga tiga bulan. Jika tidak, segera revisi.
Tidak ada komentar:
Sila tinggalkan jejak di laman blog ini, ketika sudah membacanya :)