Membangun Peradaban dari Dalam Rumah
[Nice Home Work #3]
Pra Nikah
a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
Ketika Allah telah menetapkanmu sebagai pendamping dalam hidupku
Maka, aku dan kamu akan menjadi kita
Ketahuilah, saat ijab atas namaku telah kau lontarkan
Maka dimataku kau adalah yang terindah
Kata-katamu akan menjadi titah bagiku, selama tak bermaksiat pada Allah, aku akan penuhi semua perintahmu
Padamu yang Allah pilihkan untukku
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan banyak kekurangan dalam diriku
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti mungkin yang kau harapkan
Maka, ketika Dia memilihmu untukku. Saat itu pula lah Dia ingin menyempurnakanku dengan keberadaaanmu
Aku pun tahu, kau bukanlah laki-laki yang sempurna
Dan aku berharap, ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu
Karena kelak kita akan satu
Aku adalah makhluk Allah yang tercipta dari tulang rusuk Adam
Aku diciptakan-Nya dari tulang rusuk yang paling bengkok Jadi, adakalanya aku akan membuatmu marah
Maka, ketahuilah saat itu aku menghendaki agar kau menasehatiku dengan hikmah dan bijak Karena sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah dalam kelembutannya Namun, jangan pernah kau coba untuk meluruskanku.. karena aku akan patah
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja
Namun tataplah mataku dan tersenyumlah, kemudian tenangkan aku dengan genggaman tanganmu
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
Pra Nikah
a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
Kehendak Sang Waktu
Ketika Allah telah menetapkanmu sebagai pendamping dalam hidupku
Maka, aku dan kamu akan menjadi kita
Ketahuilah, saat ijab atas namaku telah kau lontarkan
Maka dimataku kau adalah yang terindah
Kata-katamu akan menjadi titah bagiku, selama tak bermaksiat pada Allah, aku akan penuhi semua perintahmu
Padamu yang Allah pilihkan untukku
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan banyak kekurangan dalam diriku
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti mungkin yang kau harapkan
Maka, ketika Dia memilihmu untukku. Saat itu pula lah Dia ingin menyempurnakanku dengan keberadaaanmu
Aku pun tahu, kau bukanlah laki-laki yang sempurna
Dan aku berharap, ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu
Karena kelak kita akan satu
Aku adalah makhluk Allah yang tercipta dari tulang rusuk Adam
Aku diciptakan-Nya dari tulang rusuk yang paling bengkok Jadi, adakalanya aku akan membuatmu marah
Maka, ketahuilah saat itu aku menghendaki agar kau menasehatiku dengan hikmah dan bijak Karena sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah dalam kelembutannya Namun, jangan pernah kau coba untuk meluruskanku.. karena aku akan patah
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja
Namun tataplah mataku dan tersenyumlah, kemudian tenangkan aku dengan genggaman tanganmu
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
Allah Maha Baik, begitu selalu ku ucapkan ketika merasakan setiap jengkal nikmat yang Allah berikan. Betapa tidak, Allah menciptakan manusia telah lengkap dengan kekuatan yang ada pada diri setiap insan. Begitu pula aku syukuri karena Allah telah jadikanku pribadi sanguinis yang extrovert, sehingga aku mudah beradaptasi dengan lingkungan dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Allah berikanku kekuatan dan potensi tersebut hingga akhirnya aku tumbuh menjadi pribadi yang menurut orang dikenal ramah dan mudah bergaul, sehingga tak jarang aku menjadi tempat berdiskusi dan bertukar cerita.
Kemampuan berbahasa dan komunikasi membawaku menjadi pribadi yang berani untuk tampil di hadapan khalayak. Sehingga aku pun sering diminta untuk menjadi pembawa acara (MC) pada sebuah kegiatan/acara. Komunikasi menurutku merupakan salah satu hal penting yang juga harus dimiliki seseorang untuk dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik. Dalam hal hubungan sosial baik dalam lingkup kecil (keluarga) ataupun luas (masyarakat) penting untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik, agar terjalin hubungan yang harmonis dan sejalan.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
Tangan kehidupan melalui kehendak-Nya telah menempatkanku lahir dari keluarga berdarah Sunda, dengan karakter kedua orang tua yang sangat berbeda. Bapakku yang memiliki karakter tegas, disiplin, dan cenderung galak jika pada kondisi tertentu, pekerja keras, terstruktur, dan visioner. Kemudian Mamaku dengan kelembutannya seringkali hadir dengan ciri khas humornya, dibalik perhatiannya Mama adalah pribadi yang tangguh karena tak pernah mengeluh, dan sangat penyabar.
Aku memiliki dua kakak laki-laki, yang keduanya lebih pandai dalam hal akademis jika dibandingkanku. Tapi ada yang berbeda dariku, yang tak mereka miliki yaitu kemampuan berkomunikasi. Ya, kekuatan dan potensi tersebut ku rasa telah menjadi nilai lebih yang ku miliki sehingga dengan itu aku mampu menjembatani masalah komunikasi di keluarga. Seperti yang disampaikan orang tuaku, mereka menganggap bahwa tak pandai untuk mengajak anak-anaknya berbicara dari hati ke hati. Sehingga tak jarang mereka menjadikanku sebagai mediator dalam menyampaikan pesan untuk kedua kakakku.
Sewaktu kecil mungkin aku sering merasa cemburu atau tak nyaman ketika orang tuaku membandingkanku dengan kakak-kakakku, terlebih dalam hal prestasi akademis. Namun ternyata Allah berikanku kelebihan lain yang patut ku syukuri. Ketika kedua kakakku mampu menjadi juara umum atau unggul dalam hal akademis, saat itu aku bisa membanggakan orang tuaku dengan kemampuanku lainnya. Mereka berucap bahagia karena aku berani untuk tampil di depan umum ketika harus ikut lomba seni (baca puisi, teater, MC, hingga ajang Mojang Jajaka). Mereka pun menyanjungku karena aku dianggap memiliki banyak teman di setiap lingkaranku. Semua itu berkat kebaikan Allah yang memberikanku bekal berupa potensi yang bisa ku jadikan senjata dalam menjalani hidup ini.
Ketika beranjak dewasa aku pun semakin sadar dengan apa yang telah Allah berikan, bahwa di setiap skenario-Nya telah lengkap dengan misi kehidupan yang diberikan. Kini ku tahu bahwa ternyata Allah inginkanku agar dapat membantu orang-orang, mulai dari keluarga hingga teman-teman dan lingkungan sekitarku. Kemampuan yang Allah berikan ini membawaku menjadi pribadi yang memberikan warna berbeda di tengah keluarga, dengan ciri khas yang ku miliki.
Sewaktu kecil mungkin aku sering merasa cemburu atau tak nyaman ketika orang tuaku membandingkanku dengan kakak-kakakku, terlebih dalam hal prestasi akademis. Namun ternyata Allah berikanku kelebihan lain yang patut ku syukuri. Ketika kedua kakakku mampu menjadi juara umum atau unggul dalam hal akademis, saat itu aku bisa membanggakan orang tuaku dengan kemampuanku lainnya. Mereka berucap bahagia karena aku berani untuk tampil di depan umum ketika harus ikut lomba seni (baca puisi, teater, MC, hingga ajang Mojang Jajaka). Mereka pun menyanjungku karena aku dianggap memiliki banyak teman di setiap lingkaranku. Semua itu berkat kebaikan Allah yang memberikanku bekal berupa potensi yang bisa ku jadikan senjata dalam menjalani hidup ini.
Ketika beranjak dewasa aku pun semakin sadar dengan apa yang telah Allah berikan, bahwa di setiap skenario-Nya telah lengkap dengan misi kehidupan yang diberikan. Kini ku tahu bahwa ternyata Allah inginkanku agar dapat membantu orang-orang, mulai dari keluarga hingga teman-teman dan lingkungan sekitarku. Kemampuan yang Allah berikan ini membawaku menjadi pribadi yang memberikan warna berbeda di tengah keluarga, dengan ciri khas yang ku miliki.
d.
Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang
ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa anda
dihadirkan di lingkungan ini?
Setelah hampir enam tahun lalu tinggal di Ibu Kota, pernah ku lihat dan ku dapati adanya tantangan yaitu bagaimana caranya mampu membawa diri ini agar senantiasa menjadi pribadi muslimah sesuai fitrahnya. Linkungan kota Jakarta yang sangat dinamis dan masyarakat yang heterogen menjadi tantangan tersendiri bagiku agar tak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif. Sebagai perempuan aku harus pandai menjaga diri termasuk dalam hal bergaul. Bagaimana seseorang bergaul tentunya dipengaruhi oleh cara bersosialisasi dan berkomunikasi.
Bersyukur karena Allah selalu mempertemukanku dengan teman-teman dan lingkungan yang mengajarkan kebaikan. Meski pernah ku alami sebuah ujian atau pun tantangan dalam hidup, ketika aku melihatnya dari sudut pandang yang berbeda maka aku ketahui bahwa Allah senantiasa memberikan hikmah dan pelajaran tentang makna hidup ini. Allah melalui skenario-Nya telah mengajarkanku untuk bisa tumbuh menjadi perempuan yang kuat meski hidup seorang diri sebagai anak rantau. Tantangan menjadikanku semakin kuat menjalani hidup ini.
Beragam tantangan lainnya pun aku temui dan bertahap memberikanku pelajaran. Pernah ku berharap ingin menjadi perempuan yang hebat (menurut versiku) yaitu seorang perempuan yang mampu menjadi inspirasi perempuan lainnya. Dan sepanjang proses hidup ini pun Allah telah berikanku kesempatan untuk bertemu dengan perempuan-perempuan hebat yang ada di sekitarku. Ku temui seorang perempuan dengan tantangan hidupnya masing-masing yang menjadikannya hebat pada akhirnya. Mulai dari tantangan seorang perempuan yang terlahir dari keluarga broken home namun tetap tumbuh menjadi seorang perempuan yang penuh prestasi membanggakan. Aku bahagia pula sempat menjadi anak bimbingan seorang perempuan hebat yaitu manajerku di kantor yang menghadapi tantangan hidupnya karena menikah di usia dewasa lanjut, meski ketika itu ia telah dapati karir yang cemerlang namun dalam masa penantiannya Allah akhirnya pertemukan dengan pasangan hidupnya. Bagaimana upayanya selama masa penantian tersebut mampu membuatku belajar darinya. Selanjutnya aku diperkenan Allah bertemu dengan perempuan hebat lainnya karena ia telah mampu bersabar dalam rumah tangganya meski Allah belum mengaruniainya seoang anak. Ia pun sangat bersyukur karena Allah telah berikannya seorang pasangan hidup yang juga mampu membersamainya tanpa menuntut lebih. Dan Allah pun berikan pula pertemuanku dengan seorang perempuan yang hebat karena mampu kuat menjalani hidupnya menjadi single mom, pasca ia harus berpisah dengan pasangannya. Terlepas dengan alasan perpisahan tersebut, ku kagumi pribadinya yang senantiasa berupaya menjadi istri sholihah.
Banyak sekali rasanya contoh nyata yang Allah berikan padaku, untuk kemudian ku jadikan bekal dalam membangun peradaban dari dalam rumah. Memulainya dengan menjadi seorang perempuan yang kuat, tangguh, dan hebat. Kemudian menjalankan perannya sebagai istri yang mampu membersamai pasangan hidupnya, hingga menjadi seorang ibu dalam mencetak generasi Rabbani yang senantiasa membela agama Allah.

Tidak ada komentar:
Sila tinggalkan jejak di laman blog ini, ketika sudah membacanya :)