Surat Cinta Untuk Calon Ibu Mertua

Assalamu’alaikumWarahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi Ibu, sebelumnya izinkan aku untuk memanggilmu dengan sebutan Ibu, meski sebelumnya aku belum mengenalmu. Tapi aku yakin bahwa setiap perempuan bergelar “Ibu” adalah perempuan hebat yang telah dianugerahi cinta dan kasih sayang tanpa batas. Semoga ketika engkau membaca surat ini dalam keadaan sehat ya Bu. Begitu aku selalu mendoakanmu.

Ibu sengaja surat ini aku tulis sejak lama, sekalipun aku belum pernah kenal sosok istimewa yang akan ku panggil “Ibu” nantinya. Aku memang belum kenal wajahmu Bu, yang aku tahu engkau pastinya adalah perempuan yang baik. Sebaik anak laki-lakimu yang kini menjadi imam dalam hidupku.

Ibu, terima kasih banyak ya Bu. Karena Ibu telah melahirkan, mendidik, dan membesarkan seorang anak laki-laki hebat yang kini akan menemaniku. Semoga ia tak hanya menjadi teman hidupku di dunia, melainkan hingga akhirat di syurga-Nya nanti. Aamiin Ya Mujiib.
Ibu surat ini ku tulis dengan sepenuh hati, berharap nanti engkau membacanya ketika aku telah resmi menjadi bagian dari keluargamu. Semoga engkau pun menerimaku dengan tanpa tapi.

Ibu, terima kasih karena aku telah mengenal putramu. Mulai saat ini aku akan ditemaninya, ditemani laki-laki sholeh yang sangat hangat pribadinya. Terima kasih banyak ya Bu, karena engkau telah membesarkannya dengan kasih sayang. Sehingga kini aku mengenalnya dengan pribadi yang lembut dan penyayang. Putramu yang baik perangainya ini akan aku patuhi segala perintahnya, selama itu tidak bertentangan dengan agama Allah. Ibu aku pun perlu tahu bahwa sejatinya anak laki-laki yang baik ini adalah tetap putramu. Ia tetap wajib patuh terhadapmu, sehingga aku pun akan belajar untuk tidak menempatkan rasa cemburuku pada perempuan hebat bernama Ibu. Melainkan aku pun akan ikut menghormati dan menyayangimu nanti, seperti halnya ia.

Ibu, kelak ajari aku bagaimana memperlakukan putramu agar ia bahagia. Ajari aku memasak makanan kesukaannya, agar ia senantiasa sehat dengan apa yang dikonsumsinya. Ajari aku bagaimana membuatnya tersenyum ketika ia penat dengan masalahnya. Ajari aku untuk menjadi perempuan hebat bagi dirinya, meski tak akan bisa bagiku menggantikan posisi istimewamu dalam hidupnya. Terima kasih Ya Allah atas hadiah terindah dalam hidupku yaitu Ibu dan laki-laki hebat yang kini jadi pendamping hidupku.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bogor, 16 April 2018.


Tidak ada komentar:

Sila tinggalkan jejak di laman blog ini, ketika sudah membacanya :)

Diberdayakan oleh Blogger.